Sabtu, 23 Maret 2013

Kelahiran Kembali Alam Semesta

Pola-pola sirkuler pada latar radiasi keseluruhan alam semesta mengindikasikan bahwa Ledakan Dahsyat (Big Bang) hanya merupakan bagian terakhir dari sebuah rentetan proses penciptaan.

Kebanyakan kosmolog menelusuri kelahiran alam semesta sampai ke Ledakan Dahsyat 13,7 milyar tahun lalu. Namun analisis baru terhadap sisa-sisa radiasi yang dihasilkan oleh peristiwa ledakan tersebut mengindikasikan bahwa alam semesta mulai diciptakan milyaran tahun sebelumnya dan telah melalui banyak sekali peristiwa kelahiran dan kematian, dan Ledakan Dahsyat hanya merupakan kejadian terakhir pada rentetan ledakan-ledakan pencetus.

Pemikiran mengejutkan tersebut yang dikemukakan oleh fisikawan teoritis Roger Penrose dari Universitas Oxford di Inggris dan Vahe Gurzadyan dari Institut Fisika Yerevan dan Universitas Yerevan di Armenia, melawan arus teori standar kosmologi yang dikenal dengan inflasi atau inflation.

Para peneliti mendasarkan penemuan mereka pada pola-pola sirkuler yang mereka temukan pada latar gelombang mikro (microwave) alam semesta yaitu cahaya gelombang mikro yang tersisa dari Ledakan Dahsyat. Elemen-elemen sirkulernya mengindikasikan bahwa alam semesta itu sendiri bersiklus melewati periode-periode akhir dan awal, tegas Penrose dan Gurzadyan.

Elemen-elemen sirkuler tersebut merupakan daerah di mana variasi-variasi temperatur dalam latar keseragaman gelombak mikro lainnya lebih kecil dari rata-rata. Penrose mengatakan bahwa elemen-elemen tersebut tidak dapat dijelaskan oleh teori inflasi yang sangat sukses tersebut, yang menghipotesakan bahwa alam semesta yang baru tercipta mengalami semburan pertumbuhan yang sangat besar, membalon dari sesuatu pada skala ukuran sebuah atom menjadi berukuran satu buah anggur selama sepersekian detik pertama alam semesta. Inflasi akan menghapus pola-pola seperti itu.

"Keberadaan elemen-elemen koheren berskala besar pada latar gelombang mikro bentuk ini, nampaknya akan berkontradiksi dengan model inflasioner dan akan menjadi penanda yang sangat berbeda dari model Penrose tentang alam semesta siklik," kosmolog David Spergel dari Universitas Princeton berkomentar. Namun, dia menambahkan, "Makalah tersebut tidak memberikan cukup rincian mengenai analisis untuk menilai realitas lingkaran-lingkaran ini." Demikian seperti yang dikutip dari ScienceNews (26/11/10).

Penrose menginterpretasikan lingkaran-lingkaran tersebut sebagai sesuatu yang menyediakan sarana untuk melihat ke masa lalu, melewati tembok kaca Ledakan Dahsyat paling terakhir, menuju periode alam semesta sebelumnya. Dia mengemukakan bahwa lingkaran-lingkaran tersebut dihasilkan oleh tabrakan antara lubang-lubang hitam raksasa yang terjadi selama periode sebelumnya tersebut. Tabrakan lubang-lubang hitam akan menciptakan disonansi gelombang gravitasional yang berdesir dalam waktu ruang dikarenakan akselerasi massa raksasa tersebut. Gelombang-gelombang itu akan terdestribusi secara sirkuler dan seragam.

Menurut rincian matematis yang dikerjakan Penrose, ketika distribusi seragam gelombang gravitasional dari periode sebelumnya tersebut memasuki periode sekarang, mereka terkonversi ke dalam pulsa energi. Pulsa tersebut menyediakan satu tendangan seragam ke porsi materi gelap yang merupakan material tak kelihatan yang membentuk lebih dari 80 persen massa alam semesta.

"Oleh sebab itu material materi gelap di sepanjang ledakan tersebut memiliki ciri seragam ini," tutur Penrose. "Inilah yang terlihat sebagai sebuah lingkaran pada langit latar gelombang mikro alam semesta kita, dan hal tersebut seharusnya terlihat seperti lingkaran yang cukup seragam."

Setiap lingkaran memiliki variasi temperatur lebih rendah dari rata-rata, seperti yang dia dan Gurzadyan temukan ketika mereka menganalisa data dari alat luar angkasa Wilkinson Microwave Anisotropy Probe milik NASA, disingkat WMAP, yang memindai keseluruhan langit selama sembilan tahun, dan eksperimen balloon-borne BOOMERANG yang meneliti latar gelombang mikro di sebagian kecil alam semesta.

Oleh karena tim tersebut menemukan elemen-elemen sirkuler yang sama dengan menggunakan dua detektor, Penrose mengatakan tidak mungkin dia dan para koleganya tertipu oleh noise instrumental atau benda-benda lainnya.

Namun Spergel mengatakan bahwa dia kuatir jangan-jangan tim tersebut belum memperhitungkan variasi tingkat noise data WMAP yang didapatkan dari bagian-bagian langit yang berbeda. WMAP memeriksa berbagai daerah langit dengan alokasi waktu yang tidak sama. Peta-peta latar gelombang mikro yang dihasilkan dari daerah-daerah tersebut mempelajari yang terlama memiliki noise lebih rendah dan variasi-variasi lebih kecil yang terekam pada temperatur cahaya gelombang mikro tersebut. Peta-peta dengan noise yang lebih rendah tersebut secara artifisial dapat menghasilkan lingkaran-lingkaran yang Penrose dan Gurzadyan atribusikan ke model alam semesta siklik mereka, kata Spergel.

Peta baru latar gelombang mikro alam semesta yang lebih rinci, yang sekarang sedang dikerjakan oleh the European Space Agency’s Planck mission, bisa menyediakan uji yang lebih definitif terhadap teori tersebut, tutur Penrose. Penemuan kontroversial tersebut dipublikasikan di arXiv.org (17/11/10).

Rabu, 13 Februari 2013

Arsenal

Berdiri: 1886
Alamat: Emirates Stadium, Drayton Park, London N5 England
Telepon: 020 7704 4000
Faksimile: 020 7704 4001
Surat Elektronik: website@arsenal.co.uk
Laman Resmi: http://www.arsenal.com
Ketua: Peter Hill-Wood
Direktur: Ken Friar, Sir Chips Keswick, Lord Harris of Peckham, Stanley Kroenke
Stadion: Emirates

Sejarah
Arsenal didirikan oleh orang Scotlandia bernama David Danskin berasal dari Kirkcaldy di Fife, bekerja di pabrik amunisi Arsenal di Woolwich.  Kemudian di bantu oleh tiga orang temannya yaitu: Elia Watkins, John Humble, dan Richard Pearce. Datanglah ke Woolwich dua pemain Nottingham Forest, Fred Beardsley dan Morris Bates. Yang kemudian memacu Danskin untuk melakukan suatu langkah besar.  Kabar menyebar dan 15 pria berkumpul, masing-masing siap untuk membayar enam pence untuk memulai sebuah klub. Danskin menambahkan tiga shilling dan klub membeli bola. Saat itu bulan Oktober 1886.
 
Pertandingan pertama yang mereka lakoni adalah pada bulan December 1886, tanpa nama, dan tanpa seragam. Kemudian mereka dinamai Dial Square, setelah mereka melewati salah satu tempat bekerja mereka dengan nama yang sama untuk menyeberangi sungai Thames ketika mereka akan bermain dengan Eastern Wanderers di Isle of Dog.

Dalam pertandingan tersebut, mereka menang 6-0. Setelah pertandingan tersebut, mereka berkumpul di sebuah pub bernama Royal Oak, disebelah stasiun Woolwich Arsena pada Hari Natal 1886. Beardsley memecahkan masalah seragam mereka dengan meminta bantuan dari kontaknya di Nottigham Forest. Mereka kemudian mengirimkan satu set lengkap kemeja merah. Pada saat mereka duduk di Royal Oak, para pendiri klub memilih nama baru, mereka mengkombinasikan nama pub yaitu Royal Aok dengan tempat kerja mereka Arsenal menjadi Royal Arsenal.
 

Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.
 

Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, Titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, yaitu Piala Liga pada tahun 1987 dan menjuarai Liga Inggris pada tahun 1989 lewat pertandingan dramatis dengan kompetitor gelar, Liverpool. Namun, Arsenal gagal mengoleksi gelar dari kompetisi Eropa, kalah adu penalti dari Valencia 5-4 pada kompetisi Piala Winners setelah skor tetap 0-0.
 

Kerusakan-kerusakan Pada Genset

Genset seringkali rewel dan bahkan mogok. Beberapa kerusakan yang mungkin terjadi pada genset dan solusi perbaikannya adalah sebagai berukut :
 
1. Mesin tidak dapat di-start :
Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Baterai lemah atau matiIsi atau ganti dengan baterai yang baru
Kawat listrik terlepas atau putusPerbaiki atau kokohkan sambungan-sambungannya
Motor stater rusakPerbaiki atau ganti
Tekanan udara di tangki terlalu rendahIsi dengan udra tekan

2. Mesin dapat di-start tetapi tiba-tiba mati

Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Air di dlam tangki bahan bakarBuang air dan udara dari dalam tangki dan pipa bahan bakar
Lubang vertilasi tangki bahan bakar tersumbatBersihkan
Saringan bahan bakar tersumbatBersihkan atau ganti dengan yang baru
Katup pompa pengisi bahan bakar kotor atau tersumbatBersihkann

3. Daya mesin hilang

Kemungkinan Penyebab KerusakanSolusi Perbaikan
Plunyer pompa sudah ausPeriksa dan setel dengan alat penguji pompa. Perbaiki atau ganti dengan yang baru
Kebocoran pada rumah katubPerbaiki atau ganti katub dan dudukannya
Pegas katub patahGanti dengan yang baru
Katub nozel kotor atau rusakBersihkan atau ganti nozel yang baru

Senin, 28 Januari 2013

Logam Campuran Baru Super Kuat Ditemukan

Para peneliti di Universitas Sydney menemukan logam campuran ringan yang sangat kuat. Penemuan ini dipublikasikan di Nature Communications.

Logam campuran atau aloi tersebut lebih kuat dari yang diharapkan sebelumnya. Penjelasan tentang kekuatan logam campuran tersebut dipaparkan oleh ahli-ahli mikroskopik dan analisa mikro di University's node of the Australian Microscopy and Microanalysis Research Facility (AMMRF).

Dr. Peter Liddicoat dan Profesor Simon Ringer dari Australian Centre for Microscopy and Microanalysis (ACMM) dan Dr. Xiaozhou Liao dari University of Sydney's School of Aerospace, Mechanical and Mechatronic Engineering, memimpin proyek kolaborasi internasional ini. Tujuan penelitian mereka ialah untuk memahami hubungan antara sifat-sifat dan struktur logam campuran atau aloi itu pada tingkat atomik.

Pentingnya mengembangkan aloi yang ringan tidak dapat diremehkan dan akan memungkinkan teknologi yang lebih baik khususnya dalam bidang penerbangan dan aplikasi otomotif serta dalam bidang konstruksi.

Logam campuran yang dibuat oleh Dr. Liddicoat dan timnya lebih kuat dari metal kristalin sebelumnya. Logam campuran itu memilik kekuatan dan duktilitas (tingkat di mana materi padat bisa diubah bentuknya tanpa retak) baik, suatu kombinasi yang sangat diidamkan, dan kemajuan fisik yang dicermati lebih dari yang diprediksi oleh aturan-aturan standar.

Untuk mengerti kemajuan ini, Dr. Liddicoat menggambarkan struktur nano logam campuran tersebut dengan menggunakan tomografi pemeriksaan atom di ACMM yang memperkenankan struktur biji-biji dan kelompok mikro atom-atom larut divisualisasikan. Biji-biji tersebut diameternya hanya berukuran puluhan nanometer dengan akumulasi atom larut kelihatan di sepanjang batas-batas antara biji-biji tersebut.

Tingkat kekuatannya yang tak terduga nampaknya dikarenakan dua faktor. Yang pertama, cara elemen-elemen campuran logam tersusun dalam biji-biji dianggap meningkatkan kapasitas penyimpanan terlepas logam tersebut. Yang kedua, pengelompokkan elemen-elemen antara biji-biji bisa membatasi pertumbuhan kristal nano yang meningkatkan kohesi biji-biji, dan menahan hilangnya duktilitas dan turunan yang rusak.

Dr. Liddicoat sangat antusias dalam memahami berbagai logam campuran dengan cara ini. "Kemampuan untuk melihat apa yang sedang terjadi di dalam logam campuran kami pada tingkat atomik sangat membantu usaha mencari tahu sifat-sifatnya yang mengagumkan," katanya.

"Aspek menarik studi itu ialah pengembangan kami dalam metode terobosan baru pemeriksaan atom untuk mengukur orientasi kristal-kristal berukuran nanometer untuk menilai tekstur nano."

Penemuan Cara Mengatasi Kegelisahan

Para ilmuwan dari the Agency of Science, Technology and Research/Duke-NUS Neuroscience Research Partnership, A*STAR's Institute of Molecular and Cell Biology, dan the National University of Singapore membuat sebuah terobosan mengenai bagaimana kegelisahan diatur dalam otak vertebrata.

Karya mereka memberikan pencerahan tentang bagaimana otak secara normal menghentikan kegelisahan dan juga memastikan relevansi ikan zebra sebagai model bagi gangguan psikiatris manusia.
 
Tim ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Suresh Jesuthasan menunjukkan bahwa mengganggu atau mengacaukan rangkaian neuron (sel saraf) tertentu dalam habenula, mencegah respon normal terhadap situasi stres. Dalam eksperimen-eksperimen mereka, tim ilmuwan tersebut melatih anakan ikan zebra untuk berenang menjauh dari sebuah cahaya untuk menghindar dari sengatan listrik ringan. Ikan-ikan normal dengan mudah mempelajari hal tersebut, akan tetapi ikan-ikan yang rangkaian tertentu di bagian habenulanya dirusak, menunjukkan tanda-tanda "ketidakberdayaan". Walaupun pada mulanya mereka mencoba menghindari sengatan tersebut, mereka cepat menyerah.
 
Lebih lagi, ikan-ikan ini menunjukkan indikasi bahwa mereka lebih gelisah daripada ikan-ikan normal, misalnya gampang ditakutkan dengan rangsangan yang tak berbahaya. Oleh karena kemiripan otak ikan zebra dengan otak mamalia, studi tersebut menunjukkan bahwa malfungsi habenula bisa merupakan penyebab gangguan kegelisahan tertentu pada manusia. Hal ini berarti bahwa stimulasi langsung habenula bisa saja digunakan sebagai cara untuk mengobati beberapa tipe gangguan kegelisahan pada manusia. Model ikan zebra yang dikembangkan oleh para ilmuwan tersebut dalam penelitian mereka bisa juga digunakan dalam usaha penemuan obat-obatan psikiatris di masa yang akan datang.
 
Seperti yang dikutip Eureka! Science News, Dr. Jesuthasan mengatakan, "Penelitian kami berhubungan dengan aspek-aspek dasar pengalaman manusia yaitu stres dan kegelisahan. Kami pikir bahwa habenula otak terasosiasi dengan penilaian apakah suatu stres telah diatasi. Studi kami menyediakan satu penjelasan mengenai mengapa kebutuhan untuk mengontrol lingkungan merupakan bagian yang sangat penting dalam tingkah laku manusia, karena perasaan kontrol memungkinkan organisme untuk mengatasi stres."
 
Dr. Jesuthasan dan timnya berencana untuk melanjutkan studi habenula pada manusia dan juga mengeksplor bagaimana mereka dapat menggunakan pengetahuan mereka tentang fungsi habenula untuk mengobati gangguan kegelisahan.

Tindikan di Lidah Lebih Berbahaya dengan Logam/Metal

Bahan untuk tindikan yang terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel dan titanium lebih cenderung mengumpulkan bakteri.

Walaupun tindikan yang terbuat dari metal atau logam lebih kentara dari yang terbuat dari plastik, baja yang terdapat dalam mulut juga mengumpulkan lebih banyak bakteri, para peneliti melaporkan dalam edisi Journal of Adolescent Medicine yang akan datang. Penelitian tersebut merupakan tambahan mutakhir terhadap sekumpulan laporan yang mengindikasikan bahwa bahan tindikan dari logam dapat menyebabkan infeksi, merusak gusi dan gigi.

Dr. Ines Kapferer dari Innsbruck Medical University di Austria dan para koleganya mengidentifikasi 68 wanita dan 12 pria, berumur rata-rata 23 tahun, yang memiliki tindikan di lidah. Para peneliti memeriksa kesehatan gigi dan gusi pada setiap relawan dan mengeluarkan bahan tindikan tersebut. Para relawan kemudian secara acak ditugaskan untuk menggunakan bahan tindikan baru yang terbuat dari stainless steel, titanium, polypropylene (polimer plastik) atau polytetrafluorethylene (teflon). Setelah dua minggu, para ilmuwan mengeluarkan bahan tindikan tersebut dan menyeka bagian lidah, lubang tindikan dan tiap-tiap bahan untuk tindikan itu sendiri.

Uji terhadap 80 jenis bakteri yang berhubungan dengan penyakit atau infeksi menunjukkan bahwa 67 dari 80 spesies telah terakumulasi secara substansial lebih banyak pada bahan tindikan yang terbuat dari stainless steel daripada polimer, dan 28 jenis bakteri muncul lebih banyak pada titanium daripada polimer.

Banyak dari bakteri ini biasanya muncul dalam bentuk biofilm yaitu suatu gabungan bakteri, sel, lipid, protein, untaian molekul gula dan substansi lainnya yang sifatnya melekat yang terbentuk pada permukaan-permukaan. Para peneliti berspekulasi bahwa permukaan stainless steel lebih kondusif bagi pembentukan biofilm daripada plastik.

Beberapa biofilm sudah jelas diketahui, seperti plak gigi dan lendir yang menyebabkan bebatuan basah menjadi licin atau menyelimuti bagian dalam pipa rumah tangga. Biofilm menyediakan rumah dan perlindungan bagi bakteri yang menyebabkan mereka sulit untuk disingkirkan, kata Sharukh Khajotia, seorang ilmuwan biomaterial gigi di Pusat Kesehatan Universitas Oklahoma di Kota Oklahoma, yang tidak termasuk dalam tim peneliti.

"Biofilm membentuk perlindungan bagi bakteri," tuturnya. Hal ini berarti bahwa bakteri yang menginap di sana tidak dengan mudah ditemukan oleh antibiotik sebagaimana bakteri yang bebas berkeliaran lainnya. Banyak studi yang perlu dilakukan untuk memahami mengapa biofilm melekat lebih baik pada permukaan-permukaan tertentu daripada yang lainnya dan faktor apa yang mempengaruhi pembentukan biofilm, kata Khajotia. "Ini merupakan langkah awal yang baik." Demikian seperti yang dikutip ScienceNews (14/01/11).

Selain itu, menindik lidah menempatkan seseorang pada resiko infeksi mulut yang dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti yang telah ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya. Sebagai contoh, tindikan pada bagian oral atau mulut telah dihubung-hubungkan dengan kasus langka hepatitis C, sindrom toxic shock, bisul atau nanah di otak, dan infeksi jantung yang disebut endokarditis. Para peneliti memperhatikan bahwa beberapa bakteri yang dalam jumlah banyak ditemukan pada bahan tindikan juga muncul dalam infeksi-infeksi sistemik.

Pemasangan bahan untuk tindikan, cincin atau benda-benda lain pada lidah dapat juga merusak gigi dan gusi di sekitarnya. Dalam penelitian baru tersebut, para peneliti menemukan dalam pemeriksaan pertama mereka terhadap para relawan bahwa lebih dari satu per empat telah mengalami penyusutan jaringan gusi di belakang gigi, meskipun dalam usia muda. Hal tersebut terjadi di mana bahan untuk tindikan bersentuhan dengan gusi. Para relawan rata-rata telah memiliki tindikan di lidah selama lima tahun. Dari 80 relawan dalam studi ini, empat di antaranya giginya pecah. Proses ini terjadi lebih sering terjadi dengan
bahan yang terbuat dari logam atau metal ketimbang yang terbuat dari plastik, menurut penelitian sebelumnya.


Senin, 21 Januari 2013

Mamot Akan Dihidupkan Kembali

Para ilmuwan menargetkan untuk menghidupkan kembali hewan purba mamot yang punah sekitar 10.000 tahun lalu.

Sebuah tim peneliti akan mencoba untuk membangkitkan spesies mamot tersebut dengan menggunakan teknologi kloning setelah mendapatkan jaringan hewan purba tersebut musim panas ini dari bangkai mamot yang dijaga di laboratorium mamot Rusia. Teknik untuk mengekstrak DNA dari sel-sel beku sudah ditemukan.

"Persiapan untuk merealisasikan tujuan ini telah dilaksanakan," kata Prof. Akira Iritani, ketua tim peneliti tersebut dan seorang pensiunan profesor terhormat dari Universitas Kyoto. Rencananya, inti-inti sel mamot akan dimasukkan ke dalam sebuah sel telur gajah di mana inti-inti selnya telah dikeluarkan untuk menciptakan embrio yang mengandung gen mamot. Embrio tersebut kemudian akan dimasukkan ke dalam rahim gajah dengan harapan bahwa hewan tersebut akan melahirkan seekor bayi mamot.

Para peneliti dari Kinki University's Graduate School of Biology-Oriented Science and Technology memulai studi itu pada tahun 1997. Dalam tiga kesempatan, tim tersebut mengambil kulit mamot dan jaringan otot yang digali dalam kondisi yang baik dari tanah yang secara permanen beku (permafrost) di Siberia.

Namun, kebanyakan inti-inti dalam sel dirusak oleh kristal-kristal es dan tidak dapat digunakan. Rencana untuk mengkloning mamot ditinggalkan. Pada tahun 2008, Dr. Teruhiko Wakayama dari Kobe's Riken Center for Developmental Biology berhasil mengkloning seekor tikus dari sel-sel tikus tersebut yang telah dibekukan selama 16 tahun. Pencapaian tersebut merupakan yang pertama di dunia.

Berdasarkan teknik Wakayama, tim Iritani menemukan sebuah teknik untuk mengekstrak inti-inti sel telur, hanya 2 hingga 3 persen yang masih dalam kondisi baik, tanpa merusak mereka.

Musim semi lalu, tim tersebut mengundang Minoru Miyashita, seorang profesor dari Universitas Kinki yang pernah mengepalai Kebun Binatang Tennoji Osaka, untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Miyashita meminta berbagai kebun binatang untuk mendonorkan sel-sel telur gajah jika gajah betina mereka mati. Tim tersebut juga mengundang kepala laboratorium penelitian mamot Rusia dan dua peneliti gajah Afrika dari A.S. sebagai profesor tamu di universitas tersebut. Penelitian itu menjadi usaha gabungan antara Jepang, Rusia dan Amerika Serikat.

Apabila embrio kloning mamot bisa diciptakan, Miyashita dan para peneliti A.S., yang ahli dalam fertilisasi hewan dalam lingkungan buatan, akan mentransplantasikan embrio tersebut ke sebuah gajah Afrika. Tim tersebut mengatakan jika semuanya berjalan sesuai rencana, seekor mamot akan dilahirkan dalam lima hingga enam tahun.

"Jika sebuah embrio kloning dapat diciptakan, kami perlu mendiskusikannya, sebelum mentransplantasikannya ke dalam rahim, bagaimana memelihara mamot tersebut dan apakah akan diperlihatkan ke publik," kata Iritani. "Setelah mamot itu dilahirkan, kami akan memeriksa ekologi dan gennya untuk mempelajari mengapa spesies tersebut punah dan faktor-faktor lainnya."