Sistem ini menggunakan sejumlah satelit
yang berada di orbit bumi, yang memancarkan sinyalnya ke bumi dan ditangkap
oleh sebuah alat penerima. Ada tiga bagian penting dari sistim ini, yaitu
bagian kontrol, bagian angkasa, dan bagian pengguna.
1.
Bagian Kontrol
Seperti namanya, bagian ini untuk mengontrol. Setiap satelit dapat berada
sedikit diluar orbit, sehingga bagian ini melacak orbit satelit, lokasi,
ketinggian, dan kecepatan. Sinyal-sinyal dari satelit diterima oleh bagian
kontrol, dikoreksi, dan dikirimkan kembali ke satelit. Koreksi data lokasi yang
tepat dari satelit ini disebut dengan data ephemeris, yang nantinya akan di
kirimkan kepada alat navigasi kita.
2.
Bagian Angkasa
Bagian ini terdiri dari kumpulan satelit-satelit yang berada di orbit bumi,
sekitar 12.000 mil diatas permukaan bumi. Kumpulan satelit-satelit ini diatur
sedemikian rupa sehingga alat navigasi setiap saat dapat menerima paling
sedikit sinyal dari empat buah satelit. Sinyal satelit ini dapat melewati awan,
kaca, atau plastik, tetapi tidak dapat melewati gedung atau gunung. Satelit
mempunyai jam atom, dan juga akan memancarkan informasi ‘waktu/jam’ ini. Data
ini dipancarkan dengan kode ‘pseudo-random’. Masing-masing satelit memiliki kodenya
sendiri-sendiri. Nomor kode ini biasanya akan ditampilkan di alat navigasi,
maka kita bisa melakukan identifikasi sinyal satelit yang sedang diterima alat
tersebut. Data ini berguna bagi alat navigasi untuk mengukur jarak antara alat
navigasi dengan satelit, yang akan digunakan untuk mengukur koordinat lokasi.
Kekuatan sinyal satelit juga akan membantu alat dalam penghitungan. Kekuatan
sinyal ini lebih dipengaruhi oleh lokasi satelit, sebuah alat akan menerima
sinyal lebih kuat dari satelit yang berada tepat diatasnya (bayangkan lokasi
satelit seperti posisi matahari ketika jam 12 siang) dibandingkan dengan
satelit yang berada di garis cakrawala (bayangkan lokasi satelit seperti posisi
matahari terbenam/terbit).
Ada dua jenis gelombang yang saat ini
dipakai untuk alat navigasi berbasis satelit pada umumnya, yang pertama lebih
dikenal dengan sebutan L1 pada 1575.42 MHz. Sinyal L1 ini yang akan diterima
oleh alat navigasi. Satelit juga mengeluarkan gelombang L2 pada frekuensi
1227.6 Mhz. Gelombang L2 ini digunakan untuk tujuan militer dan bukan untuk
umum.
3.
Bagian Pengguna
Bagian ini terdiri dari alat navigasi yang digunakan. Satelit akan memancarkan
data almanak dan ephemeris yang akan diterima oleh alat navigasi secara
teratur. Data almanak berisikan perkiraan lokasi (approximate location) satelit
yang dipancarkan terus menerus oleh satelit. Data ephemeris dipancarkan oleh
satelit, dan valid untuk sekitar 4-6 jam. Untuk menunjukkan koordinat sebuah
titik (dua dimensi), alat navigasi memerlukan paling sedikit sinyal dari 3 buah
satelit. Untuk menunjukkan data ketinggian sebuah titik (tiga dimensi),
diperlukan tambahan sinyal dari 1 buah satelit lagi.
Dari sinyal-sinyal yang dipancarkan
oleh kumpulan satelit tersebut, alat navigasi akan melakukan
perhitungan-perhitungan, dan hasil akhirnya adalah koordinat posisi alat
tersebut. Makin banyak jumlah sinyal satelit yang diterima oleh sebuah alat,
akan membuat alat tersebut menghitung koordinat posisinya dengan lebih tepat.
Karena alat navigasi ini bergantung
penuh pada satelit, maka sinyal satelit menjadi sangat penting. Alat navigasi
berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal ketika ada gangguan pada
sinyal satelit. Ada banyak hal yang dapat mengurangi kekuatan sinyal satelit:
·
Kondisi geografis, seperti yang diterangkan diatas. Selama kita
masih dapat melihat langit yang cukup luas, alat ini masih dapat berfungsi.
·
Hutan. Makin lebat hutannya, maka makin berkurang sinyal yang
dapat diterima.
·
Air. Jangan berharap dapat menggunakan alat ini ketika menyelam.
·
Kaca film mobil, terutama yang mengandung metal.
·
Alat-alat elektronik yang dapat mengeluarkan gelombang
elektromagnetik.
·
Gedung-gedung. Tidak hanya ketika di dalam gedung, berada di
antara 2 buah gedung tinggi juga akan menyebabkan efek seperti berada di dalam
lembah.
·
Sinyal yang memantul, misal bila berada di antara gedung-gedung
tinggi, dapat mengacaukan perhitungan alat navigasi sehingga alat navigasi
dapat menunjukkan posisi yang salah atau tidak akurat.