Rabu, 29 Februari 2012

I'm Only Sleeping

When I wake up early in the morning
Lift my head, I'm still yawning
When I'm in the middle of a dream
Stay in bed, float up stream

Please don't wake me, no don't shake me
Leave me where I am
I'm only sleeping

Everybody seems to think I'm lazy
I don't mind, I think they're crazy
Running everywhere at such a speed
Till they find, there's no need

Please don't spoil my day
I'm miles away
And after all
 I'm only sleeping

Keeping an eye on the world going by my window
Taking my time
Lying there and staring at the ceiling
Waiting for a sleepy feeling

Please don't spoil my day
I'm miles away
And after all
I'm only sleeping

Keeping an eye on the world going by my window
Taking my time

When I wake up early inthe morning
Lift my head, I'm still yawning
When I'm in the middle of a dream
Stay in bed, float up stream

Please don't wake me, no don't shake me
Leave me where I am
I'm only sleeping

Selasa, 31 Januari 2012

Boys Don't Cry

I would say I'm sorry, If I thought that it would change your mind
But I know that this time
I have said too much
Been too unkind... 

I tried to laugh about it, cover it all up with lies
I tried to laugh about it, hiding the tears in my eyes
Cause boys don't cry
Boys don't cry.

I would break down at your feet, and beg forgiveness plead with you
But I know that it's too late,
And now there's nothing I can do

So I tried to laugh about it, cover it all up with lies
I tried to laugh about it, hiding the tears in my eyes
Cause boys don't cry.
Boys don't cry..

I would tell you, that I love you
If I thought that you would stay
But I know that  it's no use
That you've already, gone away...

Misjudged your limit,
Pushed you too far,
Took you for granted,
I thought that you needed me more

Now I would do most anything, to get you back by my side
But I just keep on laughing, hiding the tears in my eyes
Cause boys don't cry.
Boys don't cry..
Boys don't cry...


Hemat Lampu, Hemat Energi

           Pemborosan energi menjadi salah satu masalah terbesar saat ini. Untuk mengurangi konsumsi energi, kita dapat berperan dengan melakukan hal-hal sederhana seperti menghemat pemakain lampu di rumah maupun kantor.

           Padamkanlah lampu apabila ruangan tidak terpakai. Pilihlah lampu hemat energi, yang efisien dalam mengonversi energi listrik menjadi cahaya, bukan membuangnya sebagai panas. Lampu hemat energi memberikan pencahayaan lima kali lebih terang daripada pijar/bohlam.

           Pada siang hari sebaiknya lampu dimatikan. Kalau rumah kita tidak memiliki cukup banyak jendela, buka beberapa buah genting, ganti dengan fiberglass. Kita juga sebaiknya mengganti beberapa bagian langit-langit rumah (tepat dibawah fiberglass yang dipasang) dengan kaca untuk masuknya cahaya matahari di siang hari, upayakan agar letak perabot tidak menghalangi cahaya lampu dalam ruangan.
           
            Penerangan yang berlebihan sewajarnya dikurangi. Besar daya lampu yang digunakan dengan besar ruangan serta fungsi ruangan harus disesuaikan. Ruang baca, misalnya, memerlukan lampu dengan daya lebih besar dibandingkan lampu tidur.

            Saat hari benar-benar telah mulai gelap, nyalakn lampu teras. Dan bila hari sudah mulai kembali terang, segera matikan lampu teras. Terapkan warna terang pada dinding rumah, supaya pencahayaan lampu lebih optimal. Ketika warna tembok sudah mulai kusam segera lakukan pengecatan, maksimal tiga tahun sekali.
            
             Secara berkala, bersihkan bola lampu atau tabung lampu beserta reflektornya hingga bersih. Tujuannya agar tidak mengurangi intensitas cahaya yang dipancarkan. Meski telah dibersihkan untuk mengefisienkan energi, gantilah lampu jika pencahayaannya mulai redup. Mengapa ? Karena daya listrik untuk menyalakan lampu akan sama besarnya pada lampu baru atau lampu yang sudah mulai meredup. Alasan lainnya, membaca di tempat dengan penerangan kurang dapat menimbulkan gangguan penglihatan.

             Gunakanlah lampu yang hemat energi, kurangi penerangan yang berlebihan, dan pakailah lampu yang berstandarkan SNI.

Tips Hemat BBM di Kala Macet

          Jakarta, kota megapolitan, kota yang supersibuk, kota dengan berbagai macam kegiatan positif maupun negatif. Kemacetan menjadi suatu hal yang sering dijumpai dikota ini, jalan-jaln yang macet karena banyaknya kendaraan roda dua maupun roda empat yang menambah kepadatan kota ini dan menjadikannya sebagai salah satu ladang polusi dunia.

             Tanpa kita sadari, kebutuhan mobilitas pribadi maupun keluarga setiap tahunnya cenderung meningkat Kecenderungan peningkatan kebutuhan ini tentunya berpengaruh terhadap pengeluaran BBM. Berikut ini adalah beberapa trik yang bisa Anda lakukan untuk menyiasati pengeluaran BBM:
  • Panaskan mobil dengan waktu yang tepat
           Cukup panaskan mobil Anda selama 1-2 menit karena dalam waktu 30 detik, oli dalam mesin sudah bersirkulasi dengan baik.
  • Injak rem seperlunya
            Sering-sering menggunakan rem dapat memengaruhi konsumsi BBM. Maklum, rem mengonversi energi kinetik ke dalam energi panas di piringan rem dari energi kimia yang dikandung BBM. Oleh sebab itu, jika akan berhenti, sebaiknya Anda memanfaatkan gaya luncur mobil baru injak pedal rem.
  • Atur beban mobil
             Semakin berat beban dalam mobil, semakin besar pula BBM yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, lakukan cek barang secara berkala dari dalam mobil. Keluarkan barang-barang yang kurang diperlukan untuk mengurangi kinerja mesin mobil.
  • Hindari cara menyetir yang agresif
              Menekan pedal gas dan mengerem agresif secara berulang-ulang dapat meningkatkan penggunaan BBM 40 persen lebih banyak daripada cara menyetir yang normal. Cara yang benar adalah mempercepat kendaraan perlahan dan pindahkan gigi yang lebih tinggi secepatnya sesuai dengan daya tarikan mobil Anda.
  • Pilih mobil dengan teknologi terbaru
                   Karena, mobil dengan teknologi terbaru biasanya lebih hemat BBM.

                   Yang terpenting mengemudilah dalam keadaan sadar, agar tidak membahayakn nyawa Anda dan nyawa orang lain. Utamakan keselamatan dalam berkendara.


                                                                                                                                          
           

Sabtu, 17 Desember 2011

Pengenalan Ekonomi Teknik

1.1 Pendahuluan             
              Ekonomi teknik adalah penentuan faktor-faktor dan kriteria ekonomi yang digunakan ketika satu atau lebih alternatif dipertimbangkan untuk dipilih dalam menyelesaikan suatu masalah di bidang teknik. Bisa juga dikatakan bahwa ekonomi teknik adalah sekumpulan teknik matematika yang menyederhanakan perbandingan ekonomi dalam suatu kasus di bidang teknik. Ilmu ekonomi tidak pernah lepas dari ilmu teknik, terutama dalam perancangan dan penerapannya di masyarakat. Dalam hal tersebut, selalu ada beberapa alternatif dalam pelaksanaannya yang masing-masing alternatif memiliki keuntungan dan kerugian yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya. Namun penyelesaian masalah tersebut selalu memiliki kriteria ekonomi, dan kriteria tersebut digunakan untuk memilih satu dari banyak alternatif yang tersedia tersebut.

1.2 Asal Mula Ekonomi Teknik              
              Yang pertama menekuni bidang ini adalah Arthur M. Wellington. Pada akhir abad ke-19, seorang insinyur sipil bidang keahlian bangunan jalan kereta api di Amerika Serikat.

1.3 Prinsip-prinsip Ekonomi Teknik

1. Membuat alternatif (keputusan) : Pemilihan keputusan diantara alternatif-alternatif perlu diidentifikasi dan kemudian didefinisikan untuk analisis-analisis selanjutnya.
2. Fokuskan pada perbedaan-perbedaan : Jika semua alternatif yang layak tepat sama, maka tidak ada dasar atau perlunya perbandingan.
3. Gunakan sudut pandng yang konsisten : Hasil-hasil yang prospektif dari alternatif-alternatif harus dikembangkan secara konsisten dari sudut pandang yang telah didefinisikan.
4. Gunakan satu ukuran umum : Dengan menggunakan satu pengukuran yang umum untuk menghitung sebanyak mungkin hasil-hasil prospektif akan mempermudah analisis dan perbandingan alternatif yang di dapat.
5. Pertimbangkan kriteria yang relevan : Pemilihan alternatif yang disukai memerlukan penggunaan satu atau beberapa kriteria. Proses keputusan ini harus mempertimbangkan baik hasil yang dinyatakan dalam satuan monetr yang dinyatakan dalam satuan pengukuran lain.
6. Membuat tugas suatu ketidakpastian : Ketidakpastian terkadang langsung memproyeksikan atau memperkirakan hasil-hasil alternatif di masa datang dan harus dikenali dalam analisis dan perbandingannya.
7. Tinjau kembali keputusan-keputusan anda : Perbaiki hasil keputusan terhadap hasil dari suatu proses penyesuaian diri terhadap yang dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang diperkirakan semula dari alternatif terpilih secara berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil sebenarnya. 

1.4 Ekonomi Teknik dan Proses Perancangan
              Menyeimbangkan berbagai tukar rugi diantara tips-tips biaya dan kinerjanya. Merancang alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah pada tahap ini dengan mencoba merumuskan alternatif sebanyak mungkin yang dapat memecahkan masalah. 
Tahapan analisis ekonomi teknik:

  • Definisikan masalah dan tujuannya
  • Mengumpulkan informasi yang relevan terkait kasus yang sedang dipelajari
  • Memunculkan alternatif-alternatif
  • Evaluasi masing-masing alternatif
  • Penentuan alternatif terbaik dengan beberapa kriteria
  • Menerapkan hasilnya dan memantau kerjanya
1.5 Studi-studi Ekonomi Teknik
             Ilmu ekonomi teknik dapat diterapkan di banyak bidang termasuk engineering. Di engineering ilmu ini sering digunakan untuk merancang alternatif-alternatif untuk memecahkan masalah dengan mencoba merumuskan alternatif sebanyak mungkin yang dapat memecahkan masalah.

Senin, 05 Desember 2011

Elastisitas Dari Barang Elektronik

              Dalam ilmu ekonomi, elastisitas adalah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variable lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.

              Penggunaan paling umum dari konsep elastisitas ini adalah untuk meramalkan apa yang akan terjadi jika harga barang/jasa dinaikkan. Pengetahuan mengenai seberapa dampak perubahan harga terhadap permintaan sangatlah penting. Bagi produsen, pengetahuan ini digunakan sebagai pedoman seberapa besar ia harus mengubah harga produknya. Hal ini sangat berkaitan dengan seberapa besar penerimaan penjualan yang akan ia peroleh. Sebagai contoh, anggaplah biaya produksi sebuah barang meningkat sehingga seorang produsen terpaksa menaikkan harga jual produknya. Seberapa besar konsumen bereaksi terhadap perubahan harga sangat penting bagi produsen. Tujuannya adalah agar dapat menentukan harga yang menguntungkan produsen.

               Berikut ini adalah faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya elastisitas permintaan :
1. Ketersediaan barang substitusi
2. Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu barang
3. Kategori barang (kebutuhan pokok atau kebutuhan mewah)
4. Keragaman penggunaan barang

                Berikut ini adalah faktor – faktor yang mempengaruhi besarnya elastisitas penawaran :
1. Waktu yang dibutuhkan untuk berproduksi
2. Daya tahan barang
3. Mobilitas faktor produksi
4. Kemudahan produsen pendatang baru untuk memasuki pasar
                  
Koefisien Elastisitas Permintaan
                Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut : Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,
atau  
Keterangan :
ED = Elastisitas permintaan
Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
Q1 = Kuantitas permintaan awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal
              Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).

Koefisien Elastisitas Penawaran
             Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut : Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,
atau
Keterangan :
ES = Elastisitas penawaran
Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
Q1 = Kuantitas penawaran awal
P2 = Harga setelah perubahan
P1 = Harga awal


Contoh : Apabila harga kabel naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 meter menjadi8 meter, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :
 
Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa. Karena koefisien >1 maka hal ini merupakan permintaan elastis. Maka kurvanya sebagai berikut :



Permintaan Dan Penawaran

             Teori penawaran dan permintaan  dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku serta interaksi para pembeli dan penjual. Ia juga digunakan sebagai titik tolak bagi berbagai model dan teori ekonomi lainnya.

              Hukum penawaran pada dasarnya mengatakan bahwa : “Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah
harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”
             Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat dijual oleh penjual pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga sumber produksi.
  • Tingkat produksi.
  • Ekspektasi/perkiraan.
             Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan : “Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.            
             Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli oleh konsumen, pada berbagai tingkat harga, dan pada waktu tertentu. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan :
  • Harga barang itu sendiri.
  • Harga barang lain yang berkaitan.
  • Tingkat pendapatan.
  • Selera konsumen.
  • Ekspektasi/perkiraan.